Mesin Waktu : Teman-Teman Menyanyikan Lagu Naif (2007)

This is late review, I know. I should’ve done this review months ago. Tapi mengingat kekaguman gue akan Naif dan 12 band yang berpartisipasi disini, album ini masih pantas untuk direview bahkan dikenang hingga tahun-tahun ke depan. Klasik!
Simak judul album ini baik-baik, ‘Mesin Waktu : teman-teman menyanyikan lagu Naif’. Mereka berusaha menghilangkan imej sebuah album tribute yang biasanya membuat sebuah batasan antara legenda dan pemula. Album ini memang terdengar seperti sekumpulan teman yang menyanyikan lagu teman lainnya. Tulus dan jujur (koq kayak Radja?) tanpa menghilangkan ciri khas dari masing-masing penampil.
White Shoes membuka album dengan intro space ambient popnya di ‘Mesin Waktu’. Generasi rock baru IKJ, Karon N Roll sukses menggubah ‘Puspa Indah’. Barisan brass section menawan dan musikalisasi ala Jane’s Addiction di ‘Rumah Yang Yahud’ adalah hasil cipta karya veteran indie Jakarta, Fable. Dan warna vokal Adi Cumi memang sejalan dengan Perry Farrell. Tika bersama Wrong Is The New Right sukses ‘menghancurkan’ lagu ‘Dia Adalah Pusaka Bagi Sejuta Umat Manusia Di Seluruh Dunia’. Dan fusi antara bluegrass Americana dan keroncong Indonesiana menjadi penutup yang indah saat Sore membawakan ‘Hidup Itu Indah’. Favorit gue, Media Distorsi ‘Selalu’ dan The Monophones ‘Nanar’.
Ratings : 9/10