hōm ŭv THə blūz

For those about to blog, i salute you

Rock-N-Roll Exhibition. Firman Prasetyo : Bhinneka Tunggal Rocka

with one comment

Tonite! Wednesday, April 28, 2010; 8 – 10 PM

Rock-n-Roll Exhibition: FIRMAN PRASETYO
Bhinneka Tunggal Rocka

:: Playlist & notes, handpicked & written by Firman Himself ::

Saya adalah seorang anak tunggal.

Orang bilang jadi anak tunggal itu selalu dimanja dan enak. Enak matamu kuwi. Well, fuck me. Saya tidak pernah dimanja di rumah. Tapi untuk urusan musik, saya mendapat kehormatan layaknya raja. Ada satu pesawat televisi dan satu perangkat pemutar kaset di ruang tengah rumah saya. Yang satu dipake simbok buat nonton sinetron, satu lagi murni otoritas almarhumah Mamah.

Beliau membiarkan radio menyala hampir setiap saat. Hanya berhenti ketika waktu tidur tiba, rumah kosong ditinggal bepergian, rusak atau mati lampu. Dari situlah semua racun bernama musik ini menyebar dan akut menginfeksi.

Lazimnya tiap bocah lelaki yang beranjak dewasa dan belajar memberontak (dulu, alay itu dikenal dengan nama ABG), saya mulai kenal musik Rock dengan puluhan anak cabangnya. Saya juga mulai bergaul dengan preman kampung dan jagoan di sekolah. Mendengarkan musik cadas sambil begajulan. Keliatan keren kan cyiiin?

Waktu berlalu. Referensi musikal datang silih berganti. Trend datang dan pergi. Setiap genre diuji dengar. Semua aliran rakus dilahap. Aduk racik jadi satu masuk kuping. Bhinneka Tunggal Rocka, berbeda-beda tapi larinya ke Rock juga.

Hingga akhirnya semua itu sempat membawa saya duduk di kursi music director di sebuah radio di kota Solo. Instansi dimana saya bebas menyusun playlist harian untuk memprovokasi agar pendengar sejenak terdistraksi dari Anang – Syahrini dan kembali mendengarkan Morrissey.

Dasar penyusunan playlist ini adalah, percaya atau tidak, hanya berdasarkan mood dengan bahan yg diambil dari folder lagu-lagu favorit sepanjang masa. Karena untuk meringkas semua lagu-lagu favorit dan bersejarah hanya ke dalam 120 menit adalah hil yang mustahal, meminjam slogan Asmuni.

Jadi, selamat menikmati, cuk.

The Playlist:
01. Dick Dale – Misirlou
02. The Prodigy – Breathe
03. Beastie Boys – Fight For Your Right
04. Gorillaz – Clint Eastwood
05. Risky Summerbee & The Honeythief – Slap And Kiss
06. Tupac Shakur – Dear Mama
07. PAS – Impresi
08. New Order – Blue Monday
09. Flowers – Tolong, Bu Dokter
10. Frou Frou – Breathe In
11. Jamiroquai – Fallin’
12. Mazzy Star – Fade Into You
13. Guns N Roses – You’re Crazy
14. Motley Crue – Don’t Go Away Mad (Just Go Away)
15. Nirvana – Love Buzz
16. House Of Pain – Jump Around
17. Metallica – Seek & Destroy
18. Snoop Doggy Dogg – Gin And Juice
19. Feist – One Evening
20. Carla Bruni – Quelqu’un ma’ Dit
21. Supergrass – Pumpin On Your Stereo
22. The Bronx – Heart Attack American
23. Mastodon – Blood & Thunder
24. Badly Drawn Boy – Disillusion
25. Dave Grohl & Louise Post – Touch
26. Social Distortion – Angel’s Wings
27. Plastik – Seperti
28. Komunal – Budaya Purba
29. Cypress Hill – Tequila Sunrise
30. Seringai – Kilometer Terakhir
31. Johnny Cash – Hurt
32. Foo Fighters – Everlong

Roars, Rants, & Raves, coming soon!

___________________

The Block Rockin’ Beats
Every Wednesday, 8 – 10 PM
The Beat Radio Plus – Bali, 98.5 FM

120 minutes of cock-melting tunes.
No bullcrap.
Zero horse shit.
Rad-ass rebel without a pause.

Shut up and slamdance!

Written by koboiurban

28 April, 2010 at 11:52 am

Posted in Uncategorized

Dogol Rock : Party For Your Right To Fight!

with one comment

Sekedar pemberitahuan, program acara Rock & Roll Exhibitionnya Rudolf Dethu sangat menginspirasi saya. Dan mengingat kecil kemungkinan saya diajak bergabung, maka saya akan membuat versi saya sendiri.

For the sake of fun, let the party begin!

1. Guns N Roses – Paradise City
Axl Rose 1990 = kurus, gondrong keren & asshole. Axl Rose 2010 = gendut, gondrong kancut & asshole kuadrat.

2. Motley Crue – Girls Girls Girls
Girls, Girls, Girls. Tropicana’s where I lost my heart

3. Mike Myers & Dana Carvey – Wayne’s World Theme
It’s Wayne’s World, Wayne’s World, party time, excellent! Party on, Wayne. Party on, Garth. Dogol strikes back!

4. Accept – Balls To The Walls
Come on man, let’s stand up all over the world. Let’s plug a bomb in everyone’s arse. If they don’t keep us alive – we’re gonna fight for the right!

5. Beastie Boys – Fight For Your Right To Party
Bahkan tidak ada rapper kulit hitam yang berani men-diss mereka.

6. Quiet Riot – Bang Your Head (Mental Health)
Glam rock. Hair metal. Cock rock. Glam metal. R.I.P Kevin DuBrow.

7. Gugun & The Bluesbug – Woman
Sekarang ganti nama menjadi Gugun Blues Shelter. Lenny Kravitz dan Stevie Ray Vaughan versi sawo matang. They’re gonna set your soul on fire!

8. Flowers – Tolong Bu Dokter
Medio 1997, Slank pecah, lalu lahirlah album perdana dari para alumnus Potlot penggila The Stones ini. Ditinggal mati beberapa personel aslinya, mereka kembali di 2009. Masih tetap hidup dan baik-baik saja.

9. Them Croked Vultures – Bandoliers
Led Fighters Of The Stone Age!

10. Grand Funk Railroad – Walk Like A Man
Grand Funk disingkat jadi Gre-Pe, dibalik jadi Pe-Reg, disempurnakan ejaannya jadi Perek. So it was the origin of the word. At least according to what I read

11. Jamie Lidell – Little Bit Of Feel Good
Think Prince serenading Moodyman while Otis Redding and Aphex Twin watch “Wattstax”.

12. The Clash – Rock The Casbah
Kitab punk rock kedua saya, setelah khatam dengan The Sex Pistols.

13. Cypress Hill – Tequila Sunrise
Who you tryin’ get crazy with esse? Don’t you know I’m loco?!

14. Probot – Shake Your Blood
Proyek dahsyat. Para manusia unggul warisan pekan orientasi neraka. Forum cendekiawan cadas. Jama’ah Metaliyah.

15. Sepultura – Propaganda
Why don’t you get a life and grow up. Why don’t you realize that you’re fucked up. Why criticize what you don’t understand?!

16. Napalm Death – You Suffer
Ini adalah lagu yang selalu saya dengar setiap hari, setidaknya sampai saya belum ganti HP, karena ini adalah ringtone sms di HP saya.

17. Dead Prez – ‘They’ Schools
Ngapain sih sekolah? Gak penting cing! Udeh, mabal aje! Bokul tokipan terus kobam bareng.

18. Amon Amarth – Guardians Of Asgaard
OST Lord Of The Rings part 16

19. Mastodon – Blood And Thunder
I think that someone’s trying to kill me!

20. The Prodigy – Smack My Bitch Up
Liam Howlett si Kampret dan Keith Flint Putra Petir adalah genius.

21. The Bronx – Heart Attack American
There is no revolution. I’m done doing things I don’t want to do.

22. At The Drive-In – One Armed Scissors
Bubarkan Sparta & The Mars Volta, lalu reunilah.

23. The Rapture – House Of Jealous Lovers
Dugem pogo. Joget bacok. Glow sticks versus spike wrist.

24. House Of Pain – Top O’ The Morning To Ya
Erik Schrody adalah Everlast. Keluar dari House Of Pain, masuk Islam, bersolo karir menyanyikan lagu-lagu blues, menggubah Folsom Prison Bluesnya Johnny Cash bersama DJ Muggs dengan irama Insane In The Brain, taubat, lalu berdiri di La Coka Nostra dan kembali impresif.

25. Motorhead – Ace Of Spades
Puluhan tahun dibakar rokok dan disiram whiskey, Lemmy masih bisa berdiri hingga saat ini.

26. Prong – Prove You Wrong
New York City + CBGB + Pushead = Rawwrr!!

27. Public Enemy & Anthrax – Bring Tha Noise
Rap rock, rap core, hip metal, you name it. Fred Durst, get lost!

28. Puppen – Atur Aku
Arian 13 sejatinya adalah seseorang yang menolak dewasa, bila dewasa sepertimu aku tak mau!

29. Roxx – Rock Bergema
Saya tidak merasakan tumbuh besar di era mereka, tapi saya merasakan energinya.

30. Pas – Impresi
Belum ada Skaters dan drummer mereka juga belum berambut merah. Saya selamanya akan iri dengan Yukie karena sudah satu panggung dengan Foo Fighters.

31. Lenny Kravitz – Rock And Roll Is Dead
You can’t even sing or play an instrument. So you just scream instead. You’re living for an image. So you got five hundred women in your bed. Rock an Roll is dead!

Written by koboiurban

16 January, 2010 at 3:17 pm

Posted in Uncategorized

leave a comment »

Rasanya seperti berlari dengan kecepatan tinggi lalu menabrak tembok.

Rasanya seperti jatuh terjerembab, melayang terangkat lalu kembali terhempas.

Written by koboiurban

2 January, 2010 at 2:31 pm

Posted in Uncategorized

Merry Christmas!

leave a comment »

Written by koboiurban

25 December, 2009 at 5:29 am

Posted in Uncategorized

Hujan bulan November di Kyrgystan

leave a comment »

Laiknya badai salju di Jeddah
Engkau bagiku adalah nihil terbesar yang pernah hijrah
Di jemariku engkau sudah berkali-kali mampus musnah
Tapi kemaluanmu terlalu besar untuk mengaku kalah

Mungkin Hitler benar adanya, kalau berkumis sepotong itu seksi
Dan hujan di Sahara adalah basi
Tapi mohon jangan berairmata kalau aku sudah tidak disini nanti
Karena cintaku tetap untuk klub sepakbola berkostum merah di Manchester hingga mati

Maaf kalau aku kerap terbaca sedikit binal
Karena siapa tahu aku pernah menenggak darah Morrisson Si Raja Kadal
Dan hingga kini tanganku tetap mengepal meninju udara demi kata tidak untuk menjadi banal
Seperti kata Asmuni, itu hil yang mustahal

Akhirul kalam,
Nikmati saja surgawimu yang seringkali kau kutuk saat malam mengelam
Sebab bagi pemerintah, tidak ada yang lebih seram
Dari sebatang Djarum Super yang terbakar di tangan Pram

Written by koboiurban

12 December, 2009 at 6:53 am

Posted in Uncategorized

Berziarah ke masa-masa indah sewaktu kuliah

leave a comment »

2002 – 2005

Hari pertama lepas SMU. Menanggalkan seragam-seragam berusia 12 tahun yang sudah kusut dan layu. Sebuah persimpangan yang menjadi tempat dimana lembaran baru dan mata pena bertemu. Ekspektasi yang ternyata bertolak belakang dengan realita. Hari-hari pertama. Semangat yang masih benderang menyala. Lalu datang persimpangan kedua. Mata pena dan lembaran anyar kini bersua.

Tiba-tiba malam menjadi cerah. Perbincangan-perbincangan yang seakan tidak kenal lelah. Sayap impian lepas landas mengepak ke tempat yang indah. Dan tiba-tiba di satu titik semua musnah. Yang dulu menanjak naik kini terbang rendah. Angin pun berubah arah. Hidup lalu berubah seratus delapan puluh derajat.

Simpul-simpul mulai datang mengikat. Ternyata berhadapan dengan dunia nyata itu harus pintar-pintar bersiasat. Juga harus lihai mengelak agar tidak terlalu erat terjerat. Apa yang tidak membunuhmu hanya akan membuatmu semakin kuat.

Tahun demi tahun terlewati. Tren dan masa yang hadir silih berganti. Musibah dan anugerah yang datang dan pergi. Tugas-tugas penguras energi. Terjaga di tengah malam demi menjemput pagi. Botol yang tereguk kandas dan asbak yang penuh terisi. Hingga hari wisuda tiba dimana tali toga berpindah ke kiri. Namun perjalanan tidak berhenti disini.

Written by koboiurban

12 December, 2009 at 6:51 am

Posted in Uncategorized

I have found the meaning of true love

with 4 comments

“Words can’t say what a love can do
I’ll be there for you”
(Bon Jovi – I’ll Be There For You)

Sewaktu saya kecil, ritual wajib tiap sebelum bepergian keluar rumah adalah cium pipi (well, you can read it as the ‘cipika-cipiki’ as the old fashioned said) kedua orang tua saya, terutama ke Mamah. Suatu hari, saya diajak pergi oleh Papah. Umur saya belum lagi menginjak dua digit pada waktu itu. Sehabis saya mencium Mamah, spontan saya bertanya, “koq Papah nggak nyium Mamah?“. Keduanya hanya membalas celetukan saya dengan tertawa.

Kedua orang tua saya bukanlah tipe orang tua yang romantis. Beberapa kali saya mendapati mereka beradu argumen di depan saya. Dari perselisihan skala kecil hingga yang kemudian meletus menjadi pertengkaran hebat. Itu yang membuat saya sebagai anak tunggal mereka merasa sempat tidak betah berada di rumah dan sering kabur.

Waktu terus berjalan. Umur saya mulai memasuki dua digit dan perlahan tiba di bilangan kepala 2. Saya sering bertanya apa itu makna cinta. Dari ratusan pertanyaan yang saya ajukan, ada ratusan jawaban yang saya dapat. Tapi dari ratusan pertanyaan itu, hanya satu yang benar-benar mengganggu saya. Pertanyaan simpel, apakah kedua orang tua saya saling mencintai satu sama lain? Mungkin itu pertanyaan retoris, tapi bagi saya waktu itu, pertanyaan itu sama abstraknya dengan rumus fisika tersulit.

Dan akhirnya pertanyaan saya pun terjawab. Ketika Mamah menghabiskan hari-hari terakhirnya terkulai lemah di rumah sakit, saya melihat banyak cinta disana. Papah rela menghabiskan malamnya terjaga di lorong rumah sakit, hanya untuk mengecek apakah Mamah sudah minum obat tepat pada waktunya. Papah membiarkan pola makannya kacau balau demi memastikan Mamah tidak pernah terlambat mendapat asupan makanan. Papah juga merelakan jam tidurnya jauh berkurang hanya untuk berada di samping ranjang saat Mamah tertidur. Beberapa kali pula Papah terlibat pertengkaran kecil dengan dokter dan suster yang dirasanya tidak becus saat menangani Mamah. Tidak ada yang tersisa lagi di ruang pikiran Papah saat itu selain satu kata, Mamah.

Ketika akhirnya Tuhan memutuskan Mamah untuk tidak lagi berada di tengah-tengah kami berdua, Papah terlihat sangat tabah. Tidak ada setitik pun air mata yang menetes, digantikan dengan cucuran keringat saat menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk mengantar Mamah menuju rumah abadinya.

Mungkin mereka berdua tidak pernah saling mengucapkan kata sayang untuk menunjukkan perasaan mereka. Tapi apa yang dilakukan Papah sewaktu merawat Mamah tidak akan mungkin tergantikan dengan jutaan kalimat ‘I love you’. Semua pertengkaran dan silang pendapat di antara mereka hanyalah sebuah bentuk lain dari rasa sayang yang mungkin tetap terlihat ganjil. Mengucapkan kata sayang adalah sesuatu hal yang terlalu gampang untuk dilakukan, tapi menunjukkan rasa sayang melalui perbuatan adalah kata ganti untuk cinta.

Hingga akhir hayat Mamah, saya yakin kalau saya belum pernah mendengar kata sayang dari Papah yang ditujukan pada Mamah. Karena cinta mereka tidak tersalurkan melalui kata-kata, namun terpancar keluar dari satu hal kasat mata yang tidak menuntut adanya batasan waktu, bebas dari prasyarat apa pun, acuh akan aspek fisik, berlimpah kesabaran, lintas masa dan tanpa pamrih. Itulah cinta sejati. The true love.

Happy (late) Valentine, everybody!
😀

Written by koboiurban

19 February, 2009 at 10:27 am

Posted in Uncategorized